Ancestor veneration in China

http://dbpedia.org/resource/Ancestor_veneration_in_China an entity of type: Saint

中國傳統宗法性宗教,或稱中國傳統原生性宗教,所謂「宗法性」即指中國古代的「國教」整體系統,自上古君權神授的「天子」受封到民間巫覡等宗教禮儀規範,指商、周朝时期的主要宗教信仰,主要有巫覡文化、崇拜上帝、崇拜祖先、崇拜鬼神與甲骨占卜等。溯及殷人崇神尚鬼凡事占卜,祭祀的對象眾多以天为核心遍及大自然的各方面、人鬼的崇拜階級體系,形成社稷祭祀制度,是華人精神源流;是宗教學家研究、解釋、應用於中國固有宗教傳統時所定義的名稱,因為這個宗教本身自始沒有名稱,但卻有遺跡例如天壇、地壇、日壇、月壇、太廟、社稷壇。 最後,其擴散為東方民族的性格特征和文化特征,了解這個基礎才有客觀立場評析眾多外来宗教混合先後的影響,而不帶後來的儒、釋、道偏頗色彩。透過此一宗教人類學的方法來準確描述「中國宗教思想」起源、分析、比較及應用。 rdf:langString
Chinese ancestor veneration, also called Chinese ancestor worship, is an aspect of the Chinese traditional religion which revolves around the ritual celebration of the deified ancestors and tutelary deities of people with the same surname organised into lineage societies in ancestral shrines. Ancestors, their ghosts, or spirits, and gods are considered part of "this world". They are neither supernatural (in the sense of being outside nature) nor transcendent in the sense of being beyond nature. The ancestors are humans who have become godly beings, beings who keep their individual identities. For this reason, Chinese religion is founded on veneration of ancestors. Ancestors are believed to be a means of connection to the supreme power of Tian as they are considered embodiments or reproduce rdf:langString
Penghormatan Leluhur pada budaya Tionghoa (Hanzi =敬祖;hanyu pinyin =jìngzǔ) adalah kebiasaan yang dilakukan anggota keluarga yang masih hidup untuk berusaha mencukupi kebutuhan anggota keluarga yang sudah meninggal dan membuat mereka berbahagia di akhirat. Praktik tersebut merupakan upaya untuk tetap menunjukkan bakti kepada mereka yang telah meninggal, dan juga memperkokoh persatuan dalam keluarga dan yang segaris keturunan. Menunjukkan rasa bakti kepada leluhur merupakan sebuah ideologi yang berakar mendalam pada masyarakat Tionghoa. Dasar pemikirannya adalah kesalehan anak (孝, xiào) yang ditekankan oleh Kong Hu Cu. Kesalehan anak adalah sebuah konsep untuk selalu mengasihi orang tua sebagai seorang anak. Dipercaya bahwa meskipun orang yang terkasih telah meninggal, hubungan yang terjadi rdf:langString
rdf:langString Ancestor veneration in China
rdf:langString Penghormatan leluhur dalam budaya Tionghoa
rdf:langString 中國傳統宗法性宗教
xsd:integer 20113632
xsd:integer 1123014825
rdf:langString Chinese ancestor veneration, also called Chinese ancestor worship, is an aspect of the Chinese traditional religion which revolves around the ritual celebration of the deified ancestors and tutelary deities of people with the same surname organised into lineage societies in ancestral shrines. Ancestors, their ghosts, or spirits, and gods are considered part of "this world". They are neither supernatural (in the sense of being outside nature) nor transcendent in the sense of being beyond nature. The ancestors are humans who have become godly beings, beings who keep their individual identities. For this reason, Chinese religion is founded on veneration of ancestors. Ancestors are believed to be a means of connection to the supreme power of Tian as they are considered embodiments or reproducers of the creative order of Heaven. It is a major aspect of Han Chinese religion, but the custom has also spread to ethnic minority groups. Ancestor veneration is largely focused on male ancestors. Hence, it is also called Chinese patriarchal religion. It was believed that because women did not pass down surnames because they were incapable of carrying down a bloodline. Chinese kinship traces ancestry through the male lineage that is recorded in genealogy books. They consider their ancestral home to be where their patriline ancestor was born (usually about five generations back) or the origin of their surname. Confucian philosophy calls for paying respect to one's ancestors, an aspect of filial piety; Zhuo Xinping (2011) views traditional patriarchal religion as the religious organisation complementing the ideology of Confucianism. As the "bedrock faith of the Chinese", traditional patriarchal religion influences the religious psychology of all Chinese and has influenced the other religions of China, as it is evident in the worship of founders of temples and schools of thought in Taoism and Chinese Buddhism. Ancestor veneration practices prevail in South China, where lineage bonds are stronger and the patrilineal hierarchy is not based upon seniority and access to corporate resources held by a lineage is based upon the equality of all the lines of descent; whereas in North China worship of communal deities is prevalent.
rdf:langString Penghormatan Leluhur pada budaya Tionghoa (Hanzi =敬祖;hanyu pinyin =jìngzǔ) adalah kebiasaan yang dilakukan anggota keluarga yang masih hidup untuk berusaha mencukupi kebutuhan anggota keluarga yang sudah meninggal dan membuat mereka berbahagia di akhirat. Praktik tersebut merupakan upaya untuk tetap menunjukkan bakti kepada mereka yang telah meninggal, dan juga memperkokoh persatuan dalam keluarga dan yang segaris keturunan. Menunjukkan rasa bakti kepada leluhur merupakan sebuah ideologi yang berakar mendalam pada masyarakat Tionghoa. Dasar pemikirannya adalah kesalehan anak (孝, xiào) yang ditekankan oleh Kong Hu Cu. Kesalehan anak adalah sebuah konsep untuk selalu mengasihi orang tua sebagai seorang anak. Dipercaya bahwa meskipun orang yang terkasih telah meninggal, hubungan yang terjadi selama ini masih tetap berlangsung, serta orang yang telah meninggal memiliki kekuatan spiritual yang lebih besar dibandingkan pada saat masih hidup. Pengertiannya adalah para leluhur dianggap menjadi dewa yang memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan mempengaruhi kehidupan anggota keluarga yang masih hidup. Inti kepercayaan terhadap pemujaan leluhur adalah bahwa masih adanya "kehidupan" setelah kematian. Dipercaya bahwa jiwa orang yang meninggal terbuat dari komponen Yin dan Yang yang disebut hun dan po. Komponen Yin, po (魄), diasosiasikan dengan makam,dan komponen Yang, hun (魂), diasosiasikan dengan papan nama leluhur yang dipajang pada altar penghormatan leluhur (sekarang sering kali digantikan dengan memajang foto). Po mengikuti tubuh ke dalam makam (ke pengadilan)dan hun tinggal dalam papan nama leluhur. Hun dan po tidaklah abadi dan perlu dipelihara (diberi makan) dengan persembahan, atau keduanya akan pergi ke akhirat (meskipun hun pergi ke surga terlebih dulu). Tidak seperti istilah yang digunakan bangsa barat, akhirat tidak memiliki konotasi negatif. Keadaan pemujaan leluhur di Republik Rakyat Tiongkok modern dilaporkan mengalami penurunan pada wilayah yang lebih dipengaruhi oleh rezim komunis (yang tidak ramah terhadap praktik keagamaan). Namun pada daerah pedesaan, dan juga Taiwan, pemujaan leluhur dan praktiknya masih biasa ditemukan.
rdf:langString 中國傳統宗法性宗教,或稱中國傳統原生性宗教,所謂「宗法性」即指中國古代的「國教」整體系統,自上古君權神授的「天子」受封到民間巫覡等宗教禮儀規範,指商、周朝时期的主要宗教信仰,主要有巫覡文化、崇拜上帝、崇拜祖先、崇拜鬼神與甲骨占卜等。溯及殷人崇神尚鬼凡事占卜,祭祀的對象眾多以天为核心遍及大自然的各方面、人鬼的崇拜階級體系,形成社稷祭祀制度,是華人精神源流;是宗教學家研究、解釋、應用於中國固有宗教傳統時所定義的名稱,因為這個宗教本身自始沒有名稱,但卻有遺跡例如天壇、地壇、日壇、月壇、太廟、社稷壇。 最後,其擴散為東方民族的性格特征和文化特征,了解這個基礎才有客觀立場評析眾多外来宗教混合先後的影響,而不帶後來的儒、釋、道偏頗色彩。透過此一宗教人類學的方法來準確描述「中國宗教思想」起源、分析、比較及應用。
xsd:nonNegativeInteger 19398

data from the linked data cloud