Hypernasal speech

http://dbpedia.org/resource/Hypernasal_speech an entity of type: Thing

Hypernasal speech is a disorder that causes abnormal resonance in a human's voice due to increased airflow through the nose during speech. It is caused by an open nasal cavity resulting from an incomplete closure of the soft palate and/or velopharyngeal sphincter. In normal speech, nasality is referred to as nasalization and is a linguistic category that can apply to vowels or consonants in a specific language. The primary underlying physical variable determining the degree of nasality in normal speech is the opening and closing of a velopharyngeal passage way between the oral vocal tract and the nasal vocal tract. In the normal vocal tract anatomy, this opening is controlled by lowering and raising the velum or soft palate, to open or close, respectively, the velopharyngeal passageway. rdf:langString
Pengucapan Hipernasalitas atau Hiper-sengauan (bahasa Inggris: Hypernasality /ˈhaɪpə.neɪˈzælɪtiː/) merupakan kelainan yang menyebabkan tidak biasa pada suara manusia dikarenakan meningkatnya yang melalui hidung disaat berbicara. Kelainan ini disebabkan oleh kavitas hidung yang terbuka sehingga menyebabkan penutupan tidak sempurna pada dan/atau katup velofaringal. Sedangkan dalam keadaan normal, sengauan dianggap sebagai penyengauan dan juga merupakan bentuk perubahan suara baik dalam konsonan maupin vokal dalam beberapa bahasa. Takaran fisik yang menjadi penentuan derajat sengauan dalam pengucapan normal adalah pembukaan dan penutupan antara pita suara dan saluran oral dengan saluran hidung. Dalam anatomi saluran suara yang normal, pembukaan katup ini digerakkan dengan menaikkan atau m rdf:langString
rdf:langString Hipernasalitas
rdf:langString Hypernasal speech
rdf:langString Hypernasality
rdf:langString Hypernasality
xsd:integer 33548162
xsd:integer 1096542461
xsd:double 784.4299999999999
rdf:langString
rdf:langString R49.21
rdf:langString D014833
rdf:langString Nasal and oral cavities with the velopharyngeal sphincter highlighted in blue
rdf:langString May 2012
rdf:langString Does the v.sphincter ENABLE or CONTROL the movements?
rdf:langString Are the cavities separated by the headset? Or is separation a separate procedure?
rdf:langString Imitating whom?
rdf:langString Hyperrhinolalia, open nasality, rhinolalia aperta
rdf:langString Hypernasal speech is a disorder that causes abnormal resonance in a human's voice due to increased airflow through the nose during speech. It is caused by an open nasal cavity resulting from an incomplete closure of the soft palate and/or velopharyngeal sphincter. In normal speech, nasality is referred to as nasalization and is a linguistic category that can apply to vowels or consonants in a specific language. The primary underlying physical variable determining the degree of nasality in normal speech is the opening and closing of a velopharyngeal passage way between the oral vocal tract and the nasal vocal tract. In the normal vocal tract anatomy, this opening is controlled by lowering and raising the velum or soft palate, to open or close, respectively, the velopharyngeal passageway.
rdf:langString Pengucapan Hipernasalitas atau Hiper-sengauan (bahasa Inggris: Hypernasality /ˈhaɪpə.neɪˈzælɪtiː/) merupakan kelainan yang menyebabkan tidak biasa pada suara manusia dikarenakan meningkatnya yang melalui hidung disaat berbicara. Kelainan ini disebabkan oleh kavitas hidung yang terbuka sehingga menyebabkan penutupan tidak sempurna pada dan/atau katup velofaringal. Sedangkan dalam keadaan normal, sengauan dianggap sebagai penyengauan dan juga merupakan bentuk perubahan suara baik dalam konsonan maupin vokal dalam beberapa bahasa. Takaran fisik yang menjadi penentuan derajat sengauan dalam pengucapan normal adalah pembukaan dan penutupan antara pita suara dan saluran oral dengan saluran hidung. Dalam anatomi saluran suara yang normal, pembukaan katup ini digerakkan dengan menaikkan atau menurunkan velum atau langit-langit lembut.
xsd:string 784.43
xsd:string D014833
xsd:nonNegativeInteger 20763
xsd:string R49.21

data from the linked data cloud